Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out


Contoh Dialog Drama 8 orang - JANGAN MENILAI ORANG DARI TAMPILAN LUARNYA SAJA

/ On : 03.12/ Terimakasih telah menyempatkan waktu untuk berkunjung di BLOG sederhana ini. Semoga konten dalam blog ini memberikan manfaat meski tidak sebesar yang Anda harapakan. Untuk itu, berikanlah kritik, saran dan masukan dengan memberikan komentar.
Mohon partisipasi anda untuk meng-klik iklan yang terdapat pada blog ini dan memberikan sumber link http://gudangteks.blogspot.com/ pada konten yang anda copy / salin baik sebagian maupun seluruhnya.
Terimakasih atas perhatian anda. Semoga blog ini menjadi wadah pencarian teks yang anda cari.
JUDUL: JANGAN MENILAI ORANG DARI TAMPILAN LUARNYA SAJA
PEMAIN:
- Reta: seorang perempuan dengan gaya bicara ceplas ceplos
- Shinta: seorang perempuan kantoran yang hidupnya serba teratur
- Gendis: Ibu rumah tangga yang sangat penurut dengan apapun kata suaminya
- RODIYAH: Seorang ibu rumah tangga dengan gaya hidup serba wah
- Susi: Perempuan masing single, suka sekali bergosip
- Siti: seorang perempuan kantoran yang rendah hati
- Jaenab: seorang perempuan yang berprofesi sebagai penjual sayur dan buah
- Dina: Pemilik warung makan tegal 
Pada sebuah kompleks perumahan, tinggallah 8 orang perempuan dengan berbagai macam latar belakang profesi. Karena sering bertemu maka kedelapan perempuan tersebut menjadi saling akrab dan bersahabat. Namun karena ada dari mereka yang tidak bisa menahan diri untuk bergosip, maka retaklah persabahatan yang telah lama mereka jalin.
Jaenab: sayuurr..sayuurr..sayuurr..sayuurr
(berduyun - duyunlah para penghuni kompleks mendatangi tukang sayur tersebut)
------
Rodiyah: Nab, besok bawain salmon yah..yang paling bagus lho ya...yang masih seger..kalo sudah ngga seger, orang rumah ngga ada yang mau makan
------
Jaenab: siapp..salmon kualitas terbaik buat bu Rodiyah
------
Siti: Mbak Rodiyah, aku belanja ini saja ya: tempe, tahu, kacang panjang, dan bayam
------ 
Jaenab: semuanya 8rb saja mbak Siti
(sambil memasukkan belanjaan ke dalam kantong plastik)
(Kemudian Siti membayar dan pamit kepada ibu - ibu yang lain)
------
Reta: Eh minggu depan arisan di rumahnya bu Siti lho...
------
Gendis: Insya Allah bisa datang.
------
Susi: aku kok agak males ya kalau ke rumah Mbak Siti..gimanaa gitu rasanya
------
Shinta: kenapa mbak? aku kok biasa saja ya
------
Reta: eh..kok sama..aku juga agak males datang. Soalnya pasti hidangannya sederhana banget. Lihat deh kalau belanja pasti ngga jauh - jauh dari tempe,tahu, sayur..mana pernah belanja ikan. apalagi daging
------
Dina: husshh..ngga baik ah ngomongin orang..Mbak Siti kan juga teman kita. Mau hidup sederhana apa super mewah itu hak mbak Siti.
------
Jaenab: kalo buat saya sih yang penting ngga pernah ngutang kalo belanja
------
Susi: eh tapi denger - denger suaminya mbak Siti jadi sering makan di warung gara - gara mbak Siti masaknya itu - itu aja. Kasian sekali ya. Kalau aku punya suami pasti akan aku masakin yang enak - enak
------
Reta: nah kan..suaminya aja ogah makan di rumah. Apalagi kita - kita yang datang kesana buat arisan. Pasti suaminya Mbak Siti sering makan di warung Mbak Dina ya?
------
Dina: memang sering ke warungku. tapi beli lauk untuk dibungkus dibawa pulang. Sekali saja tidak pernah makan ditempat
------
Rodiyah: mungkin penghasilan mbak Siti dan suaminya pas - pasan kali ya..kasian sekali hidup mereka. untung suamiku banyak duit. jadi aku ngga sengsara
------
Shinta: eitss..jangan salah mbak Rodiyah. Jabatan suami mbak Siti itu lumayan bergengsi lho. Mbak Siti juga posisinya bagus di kantornya. 
------
Reta & Susi: tahu darimana? hidup mereka super duper ngirit gitu kok
------
Shinta: kebetulan mereka berdua bekerja di kantor yang pemiliknya memiliki saham mayoritas di tempat aku bekerja. jadi aku tahu betul apa jabatan mereka. gaji mereka per bulan bisa 4x gaji yang aku terima setiap bulannya.
------
Jaenab: sudah lah..tidak baik membicarakan orang..kita urus diri kita masing-masing saja ya..biar kita tetep bisa rukun..arisan bareng - bareng..kan asik tuh
(akhirnya satu per satu meninggalkan Jaenab dan mulai melakukan aktivitas yang lainnya)

0 komentar:

Poskan Komentar

Donation

Anggota